Senin, 06 Mei 2013

Teori Organisasi Umum 2 - Masalah Ekonomi (Tambahan Materi)

Permasalahan Ekonomi

Masalah ekonomi adalah masalah yang berkenaan dengan ekonomi, lekat kaitannya dengan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari jual beli, tawar menawar, atau ekspor impor. Sebenarnya masalah ekonom bukan hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonom saja, namun harus dicari solusinya secara bersama-sama. Jika ekonomi suatu negara lemah dan tak berdaya maka dapat dipastikan bahwa bidang-bidang yang lainnya pun juga berada dalam hal yang tak baik.

Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada di dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.

1. Pokok Masalah Ekonomi Klasik
 
Pokok masalah ekonomi klasik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam Smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ini melihat pentingnya masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Masalah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini dengan cara melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dapat dicapai. Kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu :

  • Masalah Produksi. Permasalahan ini mencakup bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
  • Masalah Distribusi. Permasalahan ini terletak pada bagaimana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsumen yang membutuhkannya. Seperti yang telah diketahui, barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dapat memuaskan kebutuhan.
  • Masalah Konsumsi. Permasalahan ini menyangkut masalah apakah benda pemuas kebutuhan yang diproduksi memang benda yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.
2. Pokok Masalah Ekonomi Modern
Pokok permasalahan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, yaitu Kelangkaan dan Pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang What, How, Who, dan For Whom. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara inilah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
  • Apa (What). Barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi dan dalam jumlah berapa harus ditentukan. Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
  • Bagaimana (How). Dengan cara bagaimana (how) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya apa saja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dapat dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hal ini dibutuhkan dalam rangka ppenyesuaian perkembangan zaman. Beberapa faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu a) Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan, b) Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan, c) Penentuan teknologi yang digunakan, dan d) Pertimbangan faktor eksternal.
  • Siapa pelaku produksi (Who). Di zaman modern, banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus yang tidak dimiliki pihak lain.
  • Untuk siapa (For Whom). Berarti di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau masyarakat umum.
Masalah ekonomi yang sering terjadi biasanya, yaitu :
1) Kemiskinan. Permasalahan ini tidak akan benar tertutup dan akan terus ada jika pemerintah dan dengan bantuan kita semua tidak lebih giat lagi memberantasnya.
2) Kesejahteraan. Masalah ini merupakan kebalikan dari kemiskinan. Permasalahan ini populer karena sifat manusia yang selalu tidak merasa cukup, ingin menjadi orang kaya, dan banyak uang.
3) Lapangan Pekerjaan. Permasalah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan antusiasme untuk bekerja, sedangkan lapangan pekerjaannya tidak ada.
4) Harga. Masalah ini biasanya muncul ketika terjadi perayaan hari-hari besar tertentu saja. Penyebabnya karena ketersediaan produksi tidak dapat memenuhi lonjakan permintaan.
5) Sistem Ekonomi. Sistem perekonomian di setiap negara selalu berbeda. Namun, saat ini dunia disinyalir terjadi non-ideologis fase, dimana gaya sistem ekonomi menyatu menjadi satu.
6) Inflasi. Inflasi berhubungan dengan harga. Pemerintah mempunyai hak untuk bisa mencegah terjadinya oeningkatan atau inflasi.
7) Pertumbuhan Ekonomi. Masalah ini identik dengan tingkat kesejahteraan. Masalah ini bisa dipandang dari aspek produk domestik bruto (PDB), total ekspor impor, dan lain sebagainya.
8)Profit. Masalah ini timbul karena saat ini kehidupan masyarakat akan melakukan segala hal untuk mengejar keuntungan, baik itu hal yang baik atau hal yang buruk.
9) Hutang. Masalah ini muncul dikarenakan tidak adanya modal pendukung untuk membantu proses produksi, sehingga negara melakukan pinjaman ke luar negeri dan mengakibatkan hutang negara semakin banyak.
10) Ekonomi Politik. Masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan memakai pandangan tunggal. Sebab itu politik terintegrasi untuk melihat permasalahan secara lebih luas dan dalam. Ekonomi politik diperlukan untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan ekonomi yang ada termasuk contoh masalah ekonomi yang telah disebutkan diatas.
Masalah Ekonomi di Indonesia
Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun, sayangnya pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia belum maksimal. Bahkan ada orang asing yang berhasil mengeruk kekayaan alam kita. Masih banyak lagi masalah ekonomi di Indonesia yang membuat ekonomi di Indonesia agak lambat dalam berkembang. Masalah-masalah ekonomi tersebut antara lain :
  • Tingginya jumlah pengangguran. Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Indonesia. Pengadaan lapangan pekerjaan saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di Indonesia.
  • Tingginya biaya produksi. Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di Indonesia bahwa selain biaya produksi yang cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun, karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan  pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan secara terbuka.
  • Keputusan pemerintah yang kurang tepat. Beberapa kali pemerintah mengeluarkan keputusan mengenai regulasi ekonomi yang dianggap tidak tepat bagi kondisi perekonomian Indonesia. Contohnya adalah keputusan pemerintah untuk masuk dalam anggota ASEAN-China Free Trade Area (CAFTA) yang sekarang ini mengakibatkan membanjirnya produk China di Indonesia sehingga membuat produk lokal hampir kalah saing di negara sendiri.
  • Bahan kebutuhan pokok masih langka. Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi Indonesia. Biasanya hal ini terjadi karena alasan teknis seperti transportasi. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan hari besar lainnya.
  • Suku bunga perbankan terlalu tinggi. Perlu diketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Suku bunga perbankan di Indonesia dinilai masih terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
  • Nilai inflasi semakin tinggi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai hampir cukup sensitif. Bahkan hanya karena harga sembako di pasaran tinggi, maka nilai inflasi juga akan terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di Indonesia, akan timbul masalah-masalah ekonomi yang lainnya.

Kebijakan Ekonomi

Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah dalam perekonomian.
Kebijakan ekonomi merupakan seperangkat perencanaan yang mengacu pada tindakan, penyataan, dan pengaturan yang dibuat oleh pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang ekonomi dan menyangkut kepentingan umum.

Semua kebijakan ekonomi yang dibuat oleh pemerintah pasti memiliki tujuannya masing-masing, antara lain :
  1. Untuk mengontrol lajunya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,
  2. Untuk meningkatkan kenaikan standar hidup rata-rata, dan
  3. Inflasi rendah
Berbagai kebijakan ekonomi di Indonesia

  • Kebijakan Moneter, adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa (otoritas) moneter (bank sentral) untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan moneter terbagi menjadi dua, yaitu Kebijakan moneter kuantitatif (Operasi pasar terbuka, Politik diskonto, Kebijakan kas ratio, Kebijakan uang longgar, dan Kebijakan uang ketat), dan Kebijakan moneter kualitatif (Pengawasan pinjaman secara selektif, dan Imbauan moral).
  • Kebijakan Fiskal, adalah kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran dan penerimaan negara. Kebijakan fiskal mencakup dua instrumen, yaitu Kebijakan fiskal bersifat kuantitatif (mengenai jumlah uang yang akan dibelanjakan), dan Kebijakan fiskal bersifat kualitatif (mencakup skala prioritas dalam pembelanjaan).
  • Kebijakan Ekonomi Mikro dan Makro. Ekonomi mikro mencakup Penetapan harga minimum dan maksimum. Ekonomi makro mencakup Peningkatan tingkat bunga bank, dan Penambahan jumlah uang yang beredar.



Sumber :



Minggu, 05 Mei 2013

Teori Organisasi Umum 2 - Resume Pertemuan 2

Resume Perkuliahan

Masalah ekonomi tidak akan pernah ada habisnya, mengapa? Karena didalam setiap masalah ekonomi pasti terdapat masalah yang lain, setelah menyelesaikan masalah yang satu pasti akan muncul masalah yang lainnya. Masalah ekonomi harus ditangani dengan sangat hati-hati karena masalah ekonomi sangat rumit dan banyak.

Sebenarnya masalah ekonomi bukan hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonomi saja, namun masalah ekonomi ini adalah sebuah masalah yang harus dicari solusinya secara bersama-sama.

Teori Organisasi Umum 2 - EKONOMI (Tambahan Materi)

EKONOMI


Pengertian Ekonomi dan Ruang Lingkupnya

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga", dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Jadi, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga". Dari penggabungan kedua kata tersebut, juga dapat diartikan menunjukkan sebuah kondisi yang merujuk pada pengertian tentang aktivitas manusia. Terutama pada usaha agar mampu mengolah sumber daya di lingkungan sekitarnya.
Dalam kajian ilmu pengetahuan, ekonomi dimasukkan ke dalam bagian ilmu-ilmu sosial. Hal ini dikarenakan ekonomi terkait dengan masalah manusia yang merupakan pokok bahasan dalam kajian ilmu sosial.

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalah tersebut kemudia menyebabkan timbulnya kelangkaan.


Ilmu ekonomi dapat dikelompokkan kedalam tiga cabang, yaitu :
1. Ekonomi Deskriptif, adalah cabang ilmu ekonomi yang mengumpulkan dan menggambarkan berbagai data dan fakta ekonomi tertentu.
2. Teori Ekonomi, yaitu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis berbagai fakta ekonomi sehingga diperoleh kesimpulan, generalisasi, hukum atau dalil-dalil tertentu. Teori ekonomi dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu :
  • Teori ekonomi mikro, sesuai dengan namanya (mikro), dapat diartikan sebagai "ilmu ekonomi kecil". Berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya, teori ekonomi mikro diartikan sebagai "Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian suatu negara". Ada tiga aspek yang penting didalam teori ekonomi makro, yaitu a) Interaksi di pasar barang, b) Tingkah laku pembeli dan penjual, dan c) Interaksi di pasar faktor produksi.
  • Teori ekonomi makro, yaitu "Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis keseluruhan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian". Beberapa aspek yang dianalisis di ekonomi makro adalah a) Penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara, b) Pengeluaran agregat, dan c) Mengatasi pengangguran dan inflasi.
3. Ekonomi Terapan, atau disebut juga "Teori Kebijakan Ekonomi", yaitu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis kebijakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusai adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang memengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain, yaitu :
  • Faktor ekonomi
  • Faktor lingkungan sosial budaya
  • Faktor fisik
  • Faktor pendidikan
  • Faktor moral


Istilah dalam Ekonomi
Di dalam pengertian ekonomi, terdapat beberapa istilah mendasar yang banyak digunakan dalam kajian ekonomi. Beberapa istilah tersebut di antaranya adalah :
  • Azas Ekonomi, adalah dasar-dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terkait sektor perekonomian
  • Faktor Produksi, di dalam aktivitas ekonomi, terdapat beberapa hal yang menjadi dasar dalam kegiatan ekonomi tersebut.
  • Prinsip ekonomi, ini merupakan dasar manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi, yaitu dengan modal yang minimal menghasilkan keuntungan optimal.
  • Sistem ekonomi, adalah sebuah sistem yang dianut oleh sebuah negara dalam menentukan kebijakan perekonomian dalam sebuah negara. Seperti ekonomi liberal, ekonomi sosial dan sistem ekonomi demokrasi.

Barang dan Jasa
Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh: beras, minuman, mesin-mesin.
Jasa tidak dapat di golongkan sebagai suatu barang, karena tidak berwujud, namun dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh: jasa bengkel, jasa dokter.

Barang ekonomi (economic good) adalah barang yang mempunyai kegunaan dan langka, yaitu jumlah tersedia lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat.
Barang bebas (free good) adalah barang yang tersedia dalam jumlah melimpah (tidak langka) dan tidak memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Contoh: udara, sinar matahari.

Barang akhir (final good) adalah barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang akhir dikategorikan menjadi dua golongan, yaitu :
  1. Barang tahan lama (durable good). Contoh: mobil, televisi, perabotan rumah tangga.
  2. Barang tidak tahan lama (non-durable good). Contoh: buah-buahan, sayur-sayuran.
Barang modal (capital good) adalah barang yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang lain guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh: Mesin, traktor, bangunan pabrik.
Barang antara (intermediate good) adalah barang yang belum menjadi barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh masyarakat. Contoh: besi baja, kain.


Sumber Daya Ekonomi
Beberapa sumber daya ekonomi, yaitu :
  • Sumber Daya Alam (SDA), adalah kekayaan yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. SDA dibagi menjadi dua macam, yaitu 1) SDA yang dapat diperbarui (Renewable), contohnya yaitu tanah, air, tumbuhan; dan 2) SDA yang tidak dapat diperbaru (Unrenewable), contohnya yaitu minyak bumi dan segala bahan tambang lainnya.
  • Sumber Daya Manusia (SDM), adalah segala kegiatan manusia baik fisik (jasmani) maupun rohani yang ditunjukan untuk keperluan kegiatan produksi. Contoh: Guru, Penjahit, Dokter.
  • Sumber Daya Modal, adalah sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi. Contoh: Mesin, Gedung
  • Sumber Daya Kewirausahaan, adalah semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keuntungan.

Jenis-jenis Ekonomi

  1. Produksi, adalah setiap kegiatan yang ditunjukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditunjukan untuk menciptakan atau menambah "nilai" guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  2. Distribusi, pada dasarnya perdagangan merupakan kegiatan distribusi karena distribusi merupakan kegiatan utama dalam sebuah sistem perdagangan. Dalam pelaksanaan distribusi terdapat beberapa badan yang berhubungan langsung.
  3. Konsumsi, adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan.

Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.


Sistem Ekonomi
Menurut Dumairy (1996), Sistem ekonomi merupakan suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakan pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan, pola, dan filsafat hidup masyarakat tempatnya berada.
Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.


Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang baik dan paling menguntungkan. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
  • Tindakan ekonomi Rasional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi, Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek, yaitu :
  • Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas kemauan sendiri.
  • Motif Ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas dorongan orang lain
Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi, antara lain Motif memenuhi kebutuhan, memperoleh keuntungan, memperoleh penghargaan, memperoleh kekuasaan, dan motif sosial (menolong sesama).




Sumber :