Pengertian
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh yang dilakukan oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, serta untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Tipe-Tipe Kepemimpinan
Beberapa tipe kepemimpinan di suatu organisasi antara lain sebagai berikut :
1. Tipe Otokratis, tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah suatu hak. Ciri-cirinya antara lain Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, dan Menganggap bahwa bawahan adalah semata-mata hanya sebagai alat.
2. Tipe Militeristis, ada beberapa sifat pada tipe ini, antara lain :
a. Dalam menggerakan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama
b. Dalam menggerakan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya
c. Menuntut disiplin yang tinggi
d. Tidak mau menerima kritik dari bawahan
3. Tipe Paternalistis, tipe ini menggunakan pengaruh yang bersifat kebapakan dalam menggerakan bawahan mencapai tujuan. Beberapa sifat umum dari tipe ini yaitu :
a. Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa
b. Bersikap terlalu melindungi bawahan
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan inisiatif daya kreasi
4. Tipe Karismatis, tipe ini mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat banyak.
5. Tipe Demokratis, tipe ini adalah tipe yang terbaik karena selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan individu.
Teori-teori Kepemimpinan
Ada beberapa teori Kepemimpinan, antara lain sebagai berikut :
1. Teori Genetie, menurut teori ini seorang pemimpin dilahirkan dengan bakat pemimpim. Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial, menurut teori ini setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk menjadi pemimpin.
3. Teori Ekologis, teori ini merupakan teori penyempurna dari kedua teori diatas. Menurut teori ini, seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu ia dilahirkan telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, yang mana bakat tersebut akan dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya tersebut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori sebelumnya (genetis dan sosial).
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
http://ariefbayuadhi.blogspot.com/2012/11/tipe-kepemimpinan.html
Senin, 07 Januari 2013
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
Faktor-faktor Perubahan Organisasi
Faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Lingkungan intern (faktor yang berada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi kegiatan organisasi), yang terdiri dari :
a. Perubahan kebijakan pimpinan
b. Perubahan tujuan
c. Perluasan wilayah operasi tujuan
d. Volume kegiatan bertambah banyak
e. Sikap dan perilaku dari para anggota organisasi
2. Lingkungan Esktern (faktor yang berada diluar organisasi yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi), yang terdiri dari :
a. Politik
b. Hukum
c. Kebudayaan
d. Teknologi
e. Sumber Daya Alam
f. Demografi
g. Sosiologi
Untuk menghadapi terjadinya perubahan lingkungan intern/ekstern, organisasi harus bersikap antara lain :
a. Mengadakan perubahan struktur organisasi
b. Mengubah sikap dan perilaku pegawai
c. Mengubah tata aliran kerja
d. Mengubah peralatan kerja
e. Mengubah prosedur kerja
f. Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personel
Proses Perubahan Organisasi
Ada lima tahapan proses perubahan, yaitu :
1. Mengadakan pengkajian
2. Mengadakan identifikasi
3. Menetapkan perubahan
4. Menentukan strategi
5. Melakukan evaluasi
Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Ciri-ciri pengembangan organisasi, antara lain :
1. Dilakukan secara berencana
2. Berupa kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan
3. Menekankan cara-cara baru
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting
5. Menggunakan pendekatan komitmen
6. Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh
7. Menggunakan pendekatan ilmiah
Metode Pengembangan Organisasi
1. Metode Pengembangan Perilaku :
a. Jaringan manajerial
b. Latihan kepekaan
c. Pembentukan tim
d. Umpan balik Survai
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap :
a. Latihan ditempat kerja
b. Latihan instruksi kerja
c. Latihan diluar tempat kerja
d. Latihan ditempat tiruan
Sumber :
P 12 perubahan-pengembangan-organisasi.pdf
http://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/ciri-ciri-pengembangan-organisasi/
Faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Lingkungan intern (faktor yang berada didalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi kegiatan organisasi), yang terdiri dari :
a. Perubahan kebijakan pimpinan
b. Perubahan tujuan
c. Perluasan wilayah operasi tujuan
d. Volume kegiatan bertambah banyak
e. Sikap dan perilaku dari para anggota organisasi
2. Lingkungan Esktern (faktor yang berada diluar organisasi yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi), yang terdiri dari :
a. Politik
b. Hukum
c. Kebudayaan
d. Teknologi
e. Sumber Daya Alam
f. Demografi
g. Sosiologi
Untuk menghadapi terjadinya perubahan lingkungan intern/ekstern, organisasi harus bersikap antara lain :
a. Mengadakan perubahan struktur organisasi
b. Mengubah sikap dan perilaku pegawai
c. Mengubah tata aliran kerja
d. Mengubah peralatan kerja
e. Mengubah prosedur kerja
f. Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personel
Proses Perubahan Organisasi
Ada lima tahapan proses perubahan, yaitu :
1. Mengadakan pengkajian
2. Mengadakan identifikasi
3. Menetapkan perubahan
4. Menentukan strategi
5. Melakukan evaluasi
Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Ciri-ciri pengembangan organisasi, antara lain :
1. Dilakukan secara berencana
2. Berupa kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan
3. Menekankan cara-cara baru
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting
5. Menggunakan pendekatan komitmen
6. Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh
7. Menggunakan pendekatan ilmiah
Metode Pengembangan Organisasi
1. Metode Pengembangan Perilaku :
a. Jaringan manajerial
b. Latihan kepekaan
c. Pembentukan tim
d. Umpan balik Survai
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap :
a. Latihan ditempat kerja
b. Latihan instruksi kerja
c. Latihan diluar tempat kerja
d. Latihan ditempat tiruan
Sumber :
P 12 perubahan-pengembangan-organisasi.pdf
http://rosdianya.wordpress.com/2011/12/20/ciri-ciri-pengembangan-organisasi/
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Pengertian Komunikasi
Istilah Komunikasi berasal dari kata Latin "Communicare" atau "Communis" yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Menurut Roben.J.G, Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan. Sedangkan, Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari beberapa unit komunikasi yang dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan yang lainnya serta berfungsi dalam suatu lingkungan.
Unsur-unsur Komunikasi
Unsur-unsur Komunikasi terdiri dari :
1. Sumber, adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian suatu pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen, dan lain-lain.
2. Komunikator, adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam suatu proses komunikasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu Penampilan, Penguasaan masalah, dan Penguasaan bahasa.
3. Pesan, adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator.
4. Channel/saluran, adalah saluran penyampaian pesan, atau sering disebut juga sebagai media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa.
5. Komunikasi, adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Personal, Kelompok, dan Massa.
6. Efek, adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, dapat berupa sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sesuai, maka komunikasi dinyatakan berhasil.
7. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi, menurut Cutlip dan Center, ada empat tahapan proses komunikasi, yaitu Pengumpulan data, Perencanaan, Komunikasi, dan Evaluasi.
Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi
Ketika kita ingin menyalurkan ide melalui komunikasi maka yang harus ada yaitu Pengirim Berita (sender) dan Penerima Berita (receiver). Ide atau solusi yang akan diberikan pun tidak diambil semaunya saja, tetapi harus melalui proses seleksi dimana solusi/ide terbaik saja yang akan digunakan oleh organisasi agar mencapai tujuan, serta visi dan misi suatu organisasi. Kita dapat menyalurkan ide/solusi tersebut melalui komunikasi secara lisan maupun tulisan.
Hambatan-hambatan Komunikasi
Beberapa macam hambatan komunikasi dalam organisasi, yaitu :
1. Hambatan dari Proses Komunikasi, yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan
2. Hambatan Fisik, yaitu hambatan yang terjadi akibat adanya gangguan cuaca, gangguan sinyal, dan lain sebagainya.
3. Hambatan Semantik, yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan.
4. Hambatan Psikologis, yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sehingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan.
5. Hambatan Manusiawi, yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.
6. Hambatan Organisasional, yaitu tingkat hierarki, wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang menimbulkan sebuah hambatan.
7. Hambatan antar pribadi, yaitu hambatan yang timbul antar pribadi yang timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi.
Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa klasifikasi komunikasi, diantaranya sebagai berikut :
A. Komunikasi dilihat dari segi sifatnya :
1. Komunikasi Lisan, yaitu komunikasi yang berlangsung lisan/berbicara
2. Komunikasi Tertulis, yaitu komunikasi melalui tulisan (contoh: email)
3. Komunikasi Verbal, yaitu komunikasi yang dibicarakan
4. Komunikasi Non-Verbal, yaitu komunikasi yang tersirat
B. Komunikasi dilihat dari segi arahnya :
1. Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi dari bawahan ke atasan
2. Komunikasi ke bawah, yaitu komunikasi dari atasan ke bawahan
3. Komunikasi diagonal ke atas
4. Komunikasi diagonal ke bawah
5. Komunikasi horizontal, yaitu komunikasi ke sesama anggota organisasi (setingkat)
6. Komunikasi satu arah, yaitu komunikasi tanpa adanya timbal baik
7. Komunikasi dua arah, yaitu komunikasi dengan adanya timbal balik (saling berkomunikasi)
C. Komunikasi dilihat dari lawannya :
1. Komunikasi satu lawan satu, (contoh: berbicara melalui telepon)
2. Komunikasi satu lawan banyal, (contoh: sekelompok satpam menginterogasi maling)
3. Komunikasi lawan kelompok, (contoh: debat partai politik)
D. Komunikasi dilihat dari keresmiannya :
1. Komunikasi Formal (berlangsung resmi)
2. Komunikasi Informal (berlangsung tidak resmi)
Sumber :
Minggu, 06 Januari 2013
PROSES ORGANISASI
Dalam sebuah organisasi pastinya ada sebuah proses yang dilakukan untuk mengatur organisasi tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai proses mempengaruhi dan proses pengambilan keputusan di dalam suatu organisasi.
Proses Mempengaruhi
Pengertian proses mempengaruhi adalah segala aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi.proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota didalam suatu organisasi.
Proses Mempengaruhi Organisasi
Setiap organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Elemen-elemen yang dapat mempengaruhi proses organisasi yaitu :
a. orang yang mempengaruhi (0)
b. metode mempengaruhi (-->)
c. orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi: 0 --> p
Jadi di dalam data diatas terdapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang. sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik, metode ini dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif), metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada invidu maupun kelompok
c. Keahlian, metode ini dilakukan dengan keahlian,seseorang yang mempengaruhi keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.
d. Kharisma (daya tarik), pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi,karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik,sanksi maupun keahlian
Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan:
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel
Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak & kewajiban pemimpin organisasi berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan ke bawahannya.
Proses pengambilan keputusan mempunyai konsep berupa urutan sebagai berikut :
1. Identifikasi dan diagnosis masalah
2. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
3. Pengembangan dan evaluasi alternatif
4. Pemilihan alternatif terbaik
5. Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan
Tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dijabarkan sebagai berikut :
A. Model-model pengambilan keputusan
1. Relationalitas keputusan
2. Model-model perilaku pengambilan keputusan
B. Teknik pengambilan keputusan
1. Teknik Kreatif (Brainstorming & Synectics)
2. Teknik Partisipatif
3. Teknik pengambilan keputusan modern (Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal)
Sumber :
http://honeyzharratih.blogspot.com/2012/01/proses-organisasi.html
http://mbrooooong.blogspot.com/2012/10/proses-organisasi.html
Proses Mempengaruhi
Pengertian proses mempengaruhi adalah segala aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi.proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota didalam suatu organisasi.
Proses Mempengaruhi Organisasi
Setiap organisasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Elemen-elemen yang dapat mempengaruhi proses organisasi yaitu :
a. orang yang mempengaruhi (0)
b. metode mempengaruhi (-->)
c. orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi: 0 --> p
Jadi di dalam data diatas terdapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang. sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik, metode ini dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif), metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada invidu maupun kelompok
c. Keahlian, metode ini dilakukan dengan keahlian,seseorang yang mempengaruhi keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.
d. Kharisma (daya tarik), pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi,karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik,sanksi maupun keahlian
Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan:
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel
Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak & kewajiban pemimpin organisasi berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan ke bawahannya.
Proses pengambilan keputusan mempunyai konsep berupa urutan sebagai berikut :
1. Identifikasi dan diagnosis masalah
2. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
3. Pengembangan dan evaluasi alternatif
4. Pemilihan alternatif terbaik
5. Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan
Tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dijabarkan sebagai berikut :
A. Model-model pengambilan keputusan
1. Relationalitas keputusan
2. Model-model perilaku pengambilan keputusan
B. Teknik pengambilan keputusan
1. Teknik Kreatif (Brainstorming & Synectics)
2. Teknik Partisipatif
3. Teknik pengambilan keputusan modern (Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal)
Sumber :
http://honeyzharratih.blogspot.com/2012/01/proses-organisasi.html
http://mbrooooong.blogspot.com/2012/10/proses-organisasi.html
KONFLIK ORGANISASI
Pengertian Konflik
Jenis dan Sumber Konflik
Secara garis besar, konflik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik eksternal adalah konflik yang berhubungan dengan organisasi dan lingkungannya, sedangkan konflik internal adalah konflik yang terjadi didalam tubuh organisasi tersebut.
Berikut akan dijabarkan beberapa jenis konflik secara umum, yaitu :
1. Konflik Intrapersonal, yaitu konflik seseorang dengan dirinya sendiri.
2. Konflik Interpersonal, yaitu konflik antar seseorang dengan orang lain karena adanya kepentingan atau keinginan yang bertentangan.
3. Konflik Antar Perorangan, yaitu konflik yang terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih. Biasanya konflik ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan perilaku setiap orang dalam organisasi tersebut.
4. Konflik Antar Kelompok, yaitu konflik yang terjadi antar kelompok didalam suatu organisasi.
5. Konflik Antar Organisasi, yaitu konflik yang terjadi antara satu organisasi dengan organisasi lain yang menjadi pesaingnya.
Berikut akan dijabarkan beberapa jenis konflik secara umum, yaitu :
1. Konflik Intrapersonal, yaitu konflik seseorang dengan dirinya sendiri.
2. Konflik Interpersonal, yaitu konflik antar seseorang dengan orang lain karena adanya kepentingan atau keinginan yang bertentangan.
3. Konflik Antar Perorangan, yaitu konflik yang terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih. Biasanya konflik ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan perilaku setiap orang dalam organisasi tersebut.
4. Konflik Antar Kelompok, yaitu konflik yang terjadi antar kelompok didalam suatu organisasi.
5. Konflik Antar Organisasi, yaitu konflik yang terjadi antara satu organisasi dengan organisasi lain yang menjadi pesaingnya.
Sumber-sumber Konflik terbagi menjadi :
a. Kebutuhan untuk membagi sumber daya yang terbatas
b. Perbedaan dalam berbagai tujuan
c. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
d. Perbedaan nilai atau persepsi
e. Kemandirian organisasional
f. Gaya-gaya individual
a. Kebutuhan untuk membagi sumber daya yang terbatas
b. Perbedaan dalam berbagai tujuan
c. Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
d. Perbedaan nilai atau persepsi
e. Kemandirian organisasional
f. Gaya-gaya individual
Strategi Penyelesain Konflik
Ada 3 strategi dasar, yaitu :
1. Menang - Kalah, dalam gaya ini seseorang cenderung menggunakan kekuasaan, jabatan, barang kepunyaannya, atau kepribadian untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengorankan orang lain. Dengan kata lain, seseorang akan merasa berarti jika bisa menang dan melihat orang lain kalah.
2. Kalah - Kalah, terjadi jika mereka (orang-orang) yang mempunyai paradigma menang-kalah dipertemukan bersamaan. Karena mereka tidak dapat bernegoisasi secara sehat, maka mereka berprinsip jika tidak ada yang menang, dan lebih baik semuanya kalah.
3. Menang - Menang, ini merupakan kerangkan pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi. Pemikiran ini memandang kehidupan sebagai arena kerja sama bukan persaingan, sehingga menimbulkan kepuasaan di kedua belah pihak dan akan meningkatkan kerja sama yang kreatif.
Ada 3 strategi dasar, yaitu :
1. Menang - Kalah, dalam gaya ini seseorang cenderung menggunakan kekuasaan, jabatan, barang kepunyaannya, atau kepribadian untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengorankan orang lain. Dengan kata lain, seseorang akan merasa berarti jika bisa menang dan melihat orang lain kalah.
2. Kalah - Kalah, terjadi jika mereka (orang-orang) yang mempunyai paradigma menang-kalah dipertemukan bersamaan. Karena mereka tidak dapat bernegoisasi secara sehat, maka mereka berprinsip jika tidak ada yang menang, dan lebih baik semuanya kalah.
3. Menang - Menang, ini merupakan kerangkan pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi. Pemikiran ini memandang kehidupan sebagai arena kerja sama bukan persaingan, sehingga menimbulkan kepuasaan di kedua belah pihak dan akan meningkatkan kerja sama yang kreatif.
Pengertian Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
A. Motivasi Fisiologis
B. Motivasi Psikologis
Teori Motivasi
A. Teori Hierarki Kebutuhan (Abraham Maslow), menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
1.kebutuhan fisiologis
1.kebutuhan fisiologis
2.kebutuhan keamanan
3.kebutuhan sosial
4.kebutuhan penghargaan
5.kebutuhan aktualisasi diri
B. Teori Motivasi Berprestasi (McClelland), seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi apabila ia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi. McClelland memusatkan perhatiannya pada 3 kebutuhan manusia, yaitu:
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan
C. Teori X dan Y, Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan negatif disebut sebagai teori X, sedangkan pandangan positif disebut sebagai teori Y.
D. Teori Dua Faktor Herzberg, teori ini menjelaskan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bisa sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan.
B. Teori Motivasi Berprestasi (McClelland), seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi apabila ia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi. McClelland memusatkan perhatiannya pada 3 kebutuhan manusia, yaitu:
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan
C. Teori X dan Y, Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan negatif disebut sebagai teori X, sedangkan pandangan positif disebut sebagai teori Y.
D. Teori Dua Faktor Herzberg, teori ini menjelaskan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bisa sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan.
Sumber :
P 7 & 8 konflik-organisasi.pdf
http://abdulghanni.blogspot.com/2012/01/konflik-dalam-organisasi.html
http://adiasta.wordpress.com/2012/11/26/konflik-organisasi/
http://www.anneahira.com/motivasi-motivasi-organisasi.html
http://tiqhatik.blogspot.com/2012/01/manajemen-konflik.html
Langganan:
Postingan (Atom)

