Senin, 07 Januari 2013

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Pengertian Komunikasi

Istilah Komunikasi berasal dari kata Latin "Communicare" atau "Communis" yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Menurut Roben.J.G, Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan. Sedangkan, Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari beberapa unit komunikasi yang dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan yang lainnya serta berfungsi dalam suatu lingkungan.

Unsur-unsur Komunikasi

Unsur-unsur Komunikasi terdiri dari :
1. Sumber, adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian suatu pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen, dan lain-lain.
2. Komunikator, adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam suatu proses komunikasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu Penampilan, Penguasaan masalah, dan Penguasaan bahasa.
3. Pesan, adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator.
4. Channel/saluran, adalah saluran penyampaian pesan, atau sering disebut juga sebagai media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa.
5. Komunikasi, adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Personal, Kelompok, dan Massa.
6. Efek, adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, dapat berupa sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sesuai, maka komunikasi dinyatakan berhasil.
7. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi, menurut Cutlip dan Center, ada empat tahapan proses komunikasi, yaitu Pengumpulan data, Perencanaan, Komunikasi, dan Evaluasi.

Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi

Ketika kita ingin menyalurkan ide melalui komunikasi maka yang harus ada yaitu Pengirim Berita (sender) dan Penerima Berita (receiver). Ide atau solusi yang akan diberikan pun tidak diambil semaunya saja, tetapi harus melalui proses seleksi dimana solusi/ide terbaik saja yang akan digunakan oleh organisasi agar mencapai tujuan, serta visi dan misi suatu organisasi. Kita dapat menyalurkan ide/solusi tersebut melalui komunikasi secara lisan maupun tulisan.

Hambatan-hambatan Komunikasi

Beberapa macam hambatan komunikasi dalam organisasi, yaitu :
1. Hambatan dari Proses Komunikasi, yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan
2. Hambatan Fisik, yaitu hambatan yang terjadi akibat adanya gangguan cuaca, gangguan sinyal, dan lain sebagainya.
3. Hambatan Semantik, yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan.
4. Hambatan Psikologis, yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sehingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan.
5. Hambatan Manusiawi, yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.
6. Hambatan Organisasional, yaitu tingkat hierarki, wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang menimbulkan sebuah hambatan.
7. Hambatan antar pribadi, yaitu hambatan yang timbul antar pribadi yang timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi.

Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi

Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa klasifikasi komunikasi, diantaranya sebagai berikut :

A. Komunikasi dilihat dari segi sifatnya :
  1. Komunikasi Lisan, yaitu komunikasi yang berlangsung lisan/berbicara
  2. Komunikasi Tertulis, yaitu komunikasi melalui tulisan (contoh: email)
  3. Komunikasi Verbal, yaitu komunikasi yang dibicarakan
  4. Komunikasi Non-Verbal, yaitu komunikasi yang tersirat

B. Komunikasi dilihat dari segi arahnya :
  1. Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi dari bawahan ke atasan
  2. Komunikasi ke bawah, yaitu komunikasi dari atasan ke bawahan
  3. Komunikasi diagonal ke atas
  4. Komunikasi diagonal ke bawah
  5. Komunikasi horizontal, yaitu komunikasi ke sesama anggota organisasi (setingkat)
  6. Komunikasi satu arah, yaitu komunikasi tanpa adanya timbal baik
  7. Komunikasi dua arah, yaitu komunikasi dengan adanya timbal balik (saling berkomunikasi)

C. Komunikasi dilihat dari lawannya :
  1. Komunikasi satu lawan satu, (contoh: berbicara melalui telepon)
  2. Komunikasi satu lawan banyal, (contoh: sekelompok satpam menginterogasi maling)
  3. Komunikasi lawan kelompok, (contoh: debat partai politik)

D. Komunikasi dilihat dari keresmiannya :
  1. Komunikasi Formal (berlangsung resmi)
  2. Komunikasi Informal (berlangsung tidak resmi)


Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar